Analisis Masyarakat Tengger

Perubahan social budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur social dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan social merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarkat. Begitu pula terjadi pada masyaraat tengger.

Masyarakat tengger merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung bromo, jawa timur, yakni menempati sebagian wilayah kabupaten pasuruhan, lumajang, probolinggo, danmalang. Sebelum mengetahui tentang masyarakat tengger, saya mengira bahwa pada masyarakat ini perubahan social budaya terjadi secara sangat lambat. Namun,setelah melakukan observasi secara langsung, kenyataan membuktikan bahwa banyak aspek-espek kehidupan pada masyarakat tengger yang justru mengalami perubahan social yang terjadi secara cepat. Apabila dilihat dari lingkungan masyarakat tengger pada waktu sekarang ini, disana terdapat banyak factor-faktor yang menjadi pendorong terhadap perubahan-perubahan social yang terjadi. Factor-faktor tersebut antara lain :


kontak dengan budaya lain. Masyarakat tengger tinggal di daerah gunung bromo yang memiliki potensi sebagai tempat pariwisata yang mengundang banyak wisatawan untuk berkunjung kesana. Wisatawan ini datang dari dalam negeri maupun luar negeri. Datangnya para wisatawan ini tentunya membawa pengaruh kepada masyarakat tengger, yang pada akhirnya juga dapat menimbulkan perubahan social budaya.

Selain itu, Setelah melakukan observasi, saya menemukan bahwa ternyata dalam lingkungan masyarakat tengger tidak hanya terdiri dari masyarakat tengger asli. Banyak para pendatang dari luar yang tinggal disana. Banyaknya para pendatang dari luar suku tengger yang tinggal disana, menjadikan masyarakat tengger menjadi masyarakat yang menuju ke masyarakat heterogen.  Hal ini tak urung juga menimbulkan pengaruh terhadap perubahan social budaya yang terjadi.

Masyarakat tengger pada umumnya memiliki keterbukaan terhadap hal-hal baru yang masuk kesana. Hal ini dapat terlihat dari pola kehidupan mereka yang lebih mengarah kepada pola kehidupan yang lebih modern.

Adanya hal-hal yang tersebut diatas, merupakan sebagian dari factor-faktor pendorng perubahan social budaya bagi masyarakat tengger.

Perubahan-perubahan social budaya pada masyarakat tengger ini dapat dilihat dari berbagai aspek. Baik itu dari aspek bahasa, transportasi, pendidikan,gayahidup, dan sebgainya. Berbagai aspek dalam kehidupan mayarakat tengger tersebut mengalami perubahan-perubahan social yang terjadi secara cepat maupun lambat yang tentunya karena adanya factor-faktor yang berpengaruh. Baik factor pendorong seperti yang telah disebutkan diatas, maupun factor-faktor penghambat.

masyarakat tengger sudah tergolong maju.  Masyarakat tengger sudah banyak yang memakai tekhnlogi-tekhnologi modern. Hal ini terlihat dari adanya barang-barang elektronik yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Masing-masing rumah sudah banyak yang memiliki televisi, selain itu, banyak warga masyarakat yang sudah memiliki HP, baik itu anak-anak, remaja, maupun orang tua. Kompor gas sudah masuk di masyarakat ini. Mayoritas masyarakat tenger juga sudah memiliki kompor gas. Namun, mereka tetap mempertahankan tungku. Bagi mereka, kompor gas justru hanya sebagai pelengkap saja. Mereka lebih sering menggunakan tungku. Sebaggus apapun rumeh yang mereka tinggali, dibagian belakang tetap mempertahankan dapur dari bilik bamboo sebagai ruangan untuk meletakkan tumgku. Ruangan ini juga memiliki banyak fungsi,Sebagai tempat penyimpanan kayu bakar, tempat memasak, dan yang menurut saya paling unik, dapur dari bilik bamboo ini juga sebgai tempat untuk menerima tamu. Tamu yang datang dari daerah-daerah terdekat (bukan dari luarkota) dipesilakan masuk kedapur dan duduk di dekat perapian. Sehingga hal ini menambah rasa kekeluargaa diantara mereka. Dalam pertanian, masyarakat tengger sudah mengenal adanya traktor. Namun,mayoritas dari mereka tetap menggunakan cangkul karena kemiringan pada lahan mereka tidak memungkinkan untuk di olah dengan menggunakan traktor.  Hal ini berarti bahwa masyaakat tengger memiliki keterbukaan terhadap tekhnologi-tekhnologi baru yang masuk ke lingkungan mereka. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan dalamgayahidup sehari-hari. Dari semula yang hanya memakai peralatan tradisional, sekarng mereka sudah mengenal tekhnologi-tekhnologi modern yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Namun, dalam hal ini mereka masih tetap mempertahankan sisi ketradisionalan yang sudah melekat, yakni adanya tungku yang masih tetap terpelihara. Adanya tungku yang masih tetap terpelihara hingga kini juga karena adanya pengauh factor eksternal, yakni lingkungan alam yang dingin.

Dalam alat transportasi yang digunakan, jaman dahulu mereka menggunakan kuda sebgai alat transportasi utama. Namun, setelah majunya dibidang pariwisita, mereka mulai menggunakan kendaraan bermotor seperti jip, maupun shuttle. Majunya dibidang pariwisata ini juga dapat mengembangkan mata pencaharian bagi masyarakat, baik itu masyarakat tengger maupun masyarakat pendatang. Sebelum majunya di bidang pariwisata, bertani adalah mata pencaharian utama bagi mayarakat tengger. Sekarang, mereka sudah dapat mengandalkan jasa yang dimilki untuk melayanai para wisatawan yang berkunjung. Selain bertani, banyak dari mereka yang juga bekerja sebagai pemandu wisata, sopir jip, shuttle, jasa penyewaan kuda, dan lain sebagainya. Dengan adanya aspek pariwisata yang maju, tentunya masyarakat tengger sering melakukan kontak dengan budaya lain. Hal ini dapat mengubahgayahidup masyarakat tengger, hal ini terlihat dari penampilan para remaja yang tampak modern. Mereka telah mengenal rebonding dan banyak dari mereka yang rambutnya telah di rebonding. Dari gambaran diatas dapat diketahui bahwa Dengan adanya potensi dalam bidang pariwisata di daerah tersebut menjadi factor pendorong yang dapat berpengaruh terhadap peruban-perubahan social pada masyarakat tengger.  Hal ini merupakan factor eksternal berupa lingkungan alam fisik

Dalam aspek pendidikan, pada masyarakat tengger sudah telihat semakin maju dengan dibangunnya sekolah-sekolah. Kepedulian masyarakat dalam aspek pendidikan juga sudah mulai terlihat Di desa Ngadisari. Di desa ini, masyarakat dilarang menikah sebelum lulus SMA. Sehingga masyarakat dituntut untuk lulus SMA terlebih dahulu sebelum ia menikah. Bagi masyarkat yang sudah putus sekolah maupun yang belum pernah mengeyam pendidikan, mereka di beri kesmpatan untuk mengikuti pendidikan gratis di desa tersebut.  Aturan ini di buat oleh kepala desa yang statusnya memang seorang sarjana sehingga ia lebih peduli terhadap pendidikan pada masyarakat di desa tersebut. Dan hal ini menjadi factor pendorong tersendiri yang dapat berpengaruh terhadap perubahan social pada masyarakat tengger dalam aspek pendidikan.

Masyarakat tengger mayoritas beragama hindhu. Namun, dalam kenyataannya ritual-ritual agama yang seharusnya dilaksanakan, ternyata sudah mulai luntur. Mereka terksan mengabaikan ritual-ritual yang seharusnya mereka jaga dan laksanakan seperti halnya yang dilakukan oleh masyarakat jaman dahulu.hal ini terlihat dari fatmasana (tempat untuk meetakkak sesajen) tampak kosong dan tidak terawatt oleh mereka.

Dalam berpakaian sehari-hari, mereka lebih condong memakai pakaian modern. Namun, cirri khas yang masih terlihat, mereka tetap memakai sarung yang ikalungkan di leher. Hal ini menjadi cirri khas yang sudah melekat pada masyarakat tengger.

 

Berdasarkan gambaran diatas, diketahui bahwa kehidupan pada masyarakat tengger sudah semakin maju karena adanya factor-faktor yang mempengaruhinya. Semakin majunya pola kehidupan mereka tidak berarti bahwa mereka telah meninggalkan sisi ketradisional yang pernah dimilki. Dengan adanya pegaruh-pengaruh dari luar, mereka masih tetap mampu mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya. Hingga sekarang, mereka hidup dalam suasana kedamaian sebagai rakyat ptani di lereng-lereg pegunungan yang curam, namun secara bertahap telah ikut menikmati hasil kemajuan tekhnologi mdern dalam batas-batas tertentu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s