Agama & Solidaritas Perspektif Emile Durkheim

AGAMA DAN SOLIDARITAS

RITUAL BUKA LUWUR SUNAN KUDUS

            Pedahuluan : Pendekatan Emile Durkheim

Pada dasarnya segala tindakan manusia di dasarkan oleh adanya motivasi atau dorongan-dorongan tertentu. Motivasi tidak hanya berasal dari dalam diri manusia itu sendiri, namun juga berasal dari luar (ekstrinsik). Motivasi dari luar di pengaruhi oleh adanya pemikiran bahwa ada suatu zat yang memiliki kekuatan di luar batas kemampuan manusia. Motivasi dari luar (ekstrinsik) yang saya maksud di sini adalah adanya kepercayaan pada diri manusia tehadap keberadaan Tuhan, yang nantinya menimbulkan pengaruh-pengaruh spiritual yang berakibat pada pola perilaku individu maupun kelompok. Adanya pengaruh-pengaruh spiritual ini dapat menimbulkan dorongan-dorongan perilaku yang menghasilkan suatu bentuk ritual-ritual tertentu sebagai wujud dari kepercayaan masing-masing inividu maupun kelompok tersebut. Lahirnya ritual-ritual ini merupakan dorongan dari dalam diri manusia, yang dalam perkembangannya menjadi sebuah lembaga yang kemudian disebut dengan agama dan keyakinan.
Baca lebih lanjut

Iklan

Struktur Masyarakat Jawa

Pada dasarnya, struktur masyarakat Jawa terbagi dalam 4 masa, antara lain yakni feodalisme, kolonialisme, kemerdekaan, dan kekinian. Masing-masing bagian memiliki karakteristik berbeda yang membahas mengenai system masyarakat yang ada di dalamnya. Dalam hal ini, pada tulisan ini saya akan membahas mengenai struktur masyarakat Jawa yang ada di desa tempat tinggal saya, yakni Desa Tanjungkarang, Kabupaten Kudus.

Saya akan menganalisis masing-masing struktur masyarakat Jawa untuk kemudian akan saya gambarkan apakah struktur masyarakat tersebut masih ada sampai skarang atau sudah hilang, khususnya di desa Tanjungkarang Kabupaten Kudus.
Baca lebih lanjut

Analisis Abangan-Santri-Priyayi

Abangan, Santri Priyayi – Perspektif Clifford Geertz

Pada dasarnya, masyarakat merupakan sebuah system social dimana terdapat komponen-kompoen atau jaringan yang saling berpengaruh. Di dalamnya juga terdapat pranata social yang mengatur pola perilaku dan interaksi antar masyarakat. Ketika semua system berjalan secara seimbang, maka akan tercipta masyarakat yang tentram dan harmonis. Secara alami, dalam suatu system masyarakat terdapat pula stratifikasi social, yakni penggolongan masyarakat ke dalam kelas-kelas berdasarkan suatu criteria tertentu,sehingga dalam hal ini melalui adanya stratifkasi social seperti tersebut, akan menimbulkan tingkatan-tingkatan social dalam masyarakat.
Baca lebih lanjut

PEREMPUAN PEKERJA TAMAN PENITIPAN ANAK “SEKAR MELATI” DALAM PEESPEKTIF SOSIOLOGI GENDER

Gender dapat diartikan sebagi suatu bentuk konstruksi sosial dan cultural yang menggambarkan budaya atas perbedaan jenis kelamin. Bagaimanapun gender memang berkaitan dengan perbedaan jenis kelamin, akan tetapi tidak selalu berhubungan dengan fisik seperti yang banyak dijumpai di masyrarakat. Namun demikian, gender tidaklah bersifat universal, tetapi berbeda-beda dari masyarakat satu ke masyarakat yang lain serta dari waktu ke waktu. Dalam hal ini, masyarakat Jawa secara tradisi menganut konsep social gender yang patriarkis. Implikasi secara umum adalah wanita menjadi sub ordinat pria.
Baca lebih lanjut

RENDAHNYA UPAH PEKERJA PEREMPUAN (DALAM PERSPEKTIF FEMINISME MARXIS-SOSIALIS)

Pada dasarnya, semua orang sepakat bahwa perempuan dan laki-laki berbeda. Manakala kita melihat karakteristik dari masing-masing secara fisik, kita akan dengan mudah membedakannya. Perbedaan alami yang dikenal dengan perbedaan jenis kelamin sebenarnya hanyalah segala perbedaan biologis yang dibawa sejak lahir antara perempuan dan laki-laki.

Seandainya saja perbedaan itu tidak menjadikan ketidakadilan, tidak menjadikan pertentangan dan tidak ada penekanan dan penindasan satu di antara yang lain, mungkin tidaklah menjadi sebuah masalah. Pada kenyataannya, perbedaan itu telah merambat pada salah satu pihak merasa dan dianggap lebih tinggi derajatnya, lebih berkuasa dan lebih segalanya dari pihak lain. Hal inilah yang memunculkan adanya ketidakadilan dan ketidaksetaraan.

Ketidakadilan gender sekaligus menimbulkan ketimpangan gender pada perempuan. Dalam hal ini, wanita identik sebagai korban atas hal itu. Bias gender yang terjadi di masyarakt sebenarnya bukanlah peristiwa yang berlangsung seketika. Melainkan dengan mekanisasi sosialisasi yang sangat panjang dalam masyarakat global. Permasalahan ketimpangan gender ini bukan pula persoalan yang baru. Dan sayangnya bias gender di masyarakat tersebut keberadaannya telah menjadi nilai-nilai yang melekat kuat yang diyakini secara bersama.
Baca lebih lanjut

SERTIFIKASI GURU DALAM KAITANNYA DENGAN PROFESIONALITAS DAN MUTU PENDIDIKAN DIINDONESIA

Teori fungsional structural membahas tentang masyarakat atau struktur social, yang mana menekankan pada suatu keteraturan daam masyarakat. Setiap elemen dalam struktur social adalah fungsinal bagi yang lain. Berikut merupakan contoh atau gambaran keadaan yang berkaitan dengan teori fungsional structural Merton yang membahas adanya fungsi-fungsi dalam struktur social, baik itu fungsi manifest, fungsi laten, serta disfungsi yang timbul sebagai konsekuensi terhadap ketidak seimbangan pada masing-masing elemen yang terlibat. Contoh yang akan saya paparkan ialah mengenai “kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan srtifikasi guru”.
Baca lebih lanjut

Mudik dalam Perspektif Budaya dan Dinamika Ekonomi Masyarakat (Jakarta)

Mudik merupakan merupakan fenomena sosio-kultural. Dia adalah darah daging manusia Indonesia. Berbagai alasan rasional seolah tidak mampu menjelaskan fenomena yang teranyam rapat dalam nilai kultural bangsa Indonesia itu. Pulang mudik sekali setahun tidak hanya sekedar melepas kerinduan pada kampung halaman tetapi mengandung makna yang jauh lebih dalam dari itu. Kalau hanya sekedar mengobati keriduan pada keluarga atau kampung halaman, tentu dapat dilakukan di lain waktu, di luar waktu seputar lebaran. Dan untuk itu tidak perlu bersusah payah mencucurkan keringat di perjalanan. Tetapi toh orang tidak melakukannya. Mengapa demikian ?
Baca lebih lanjut

Analisis Masyarakat Tengger

Perubahan social budaya adalah sebuah gejala berubahnya struktur social dan pola budaya dalam suatu masyarakat. Perubahan social merupakan gejala umum yang terjadi sepanjang masa dalam setiap masyarkat. Begitu pula terjadi pada masyaraat tengger.

Masyarakat tengger merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar gunung bromo, jawa timur, yakni menempati sebagian wilayah kabupaten pasuruhan, lumajang, probolinggo, danmalang. Sebelum mengetahui tentang masyarakat tengger, saya mengira bahwa pada masyarakat ini perubahan social budaya terjadi secara sangat lambat. Namun,setelah melakukan observasi secara langsung, kenyataan membuktikan bahwa banyak aspek-espek kehidupan pada masyarakat tengger yang justru mengalami perubahan social yang terjadi secara cepat. Apabila dilihat dari lingkungan masyarakat tengger pada waktu sekarang ini, disana terdapat banyak factor-faktor yang menjadi pendorong terhadap perubahan-perubahan social yang terjadi. Factor-faktor tersebut antara lain :

Baca lebih lanjut

Analisis Masyarakat

Selain sebagai makhluk individu Manusia juga merupakan makhluk social, mereka membutuhkan bantuan individu lain dalam memenuhi kebutuhan. Manusia juga merupakan makhluk yang memiliki suatu keinginan untuk dapat menyatu dengan sesamanya atau individu-individu lain serta alam lingkungan di sekitarnya.. Manusia  adalah makhluk yang dibekali akal pikiran, perasaan, naluri, keinginan, dan sebagainya. interasi social merupakan naluri manusia yang sjak lahir membutuhkan pergaulan dengan sesamanya. Sehingga, manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi. Pola interaksi social tersebut dihasilkan oleh hubungan yang berkelanjutan dalam suatu masyarakat.

Dalam kehidupan bermasyarakat, maing-masing indvidu memiliki pola piker, kebudayaan, ras, suku,serta agama yang bereda-beda. Hal tersebut menjadikan kondisi masyarakat mejadi heterogen. Kondisi masyarakat yang heterogen tersebut mayoritas terjadi dalam masyarakat perkotaan.Kehidupan masyarakatkotalebih mengarah pada individual dan kurang mengenal antara warga yang satu dengan warga yang lainya meskipun tempat tinggalnya berdekatan. Rasa persatuan tolong menolong an gotong royong juga mulai pudar. Hal ini berbeda dengan masyarakat di daerah pedeaan, masyarakat di daerah pedesaan mayoritas masih bersiat homogen, walaupun pada kenyataannya ada juga masyarakat di daerah pedesaan yang bersifat heterogen, namun masih dalam presetase yang amat kecil.
Baca lebih lanjut

Remaja & Belanja

Remaja dan Belanja

 

Seiring dengan perkembangan jaman terjadilah perubahan pola-pola kehidupan manusia sesuai dengan tingkat perekonomian dan perkembangan wawasan dalam pola pikir kehidupannya sehari-hari. Sejalan dengan perkembangan dan rotasi kehidupan manusia, terjadilah perubahan kultur budaya dari kehidupan yang tradisional menuju ke arah kehidupan yang modern. Kehidupan modern dipandang sebagai sebuah peningkatan mutu kehidupan manusia yang terkadang menimbulkan dampak-dampak negative. Maka tidaklah heran bila pada akhir-akhir ini sering terjadi perubahan sikap yang mengabaikan tradisi dan budaya lama menuju kearah kehidupan yang menurut mereka merupakan sebagai kehidupan modern. Tidak bisa disalahkan yang mana perulah kiranya sebagai umat manusia untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, yang ditandai dengan munculnya kehidupan modern seperti saat ini. Namun, masing-masing individu tentu memiliki sikap yang berbeda-beda dalam menanggapi perubahan jaman. Dalam hal ini muncul istilahgayahidup.Gayahidup didefinisikan sebagai cara hidup yang diidentifikasikan oleh bagaimana orang menghabiskan waktu (aktivitas), apa yang mereka anggap penting dalam lingkungannya (ketertarikan), dan apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri dan juga dunia di sekitarnya (pendapat) .  Gayahidup yang muncul dalam kehidupan masyarakat akan terus mengalami perkembangan yang tanpa henti seiring dengan perkembangan jaman dan kemajuan tekhnologi yang semakin canggih. Dengan begitu, maka berkembang luas pula penerapangayahidup oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari.Gayahidup seseorang pada umumnya dianggap sebagai suatu gambaran bagi setiap orang yang mengenakannya dan menggambarkan seberapa besar nilai moral maupun status orang tersebut dalam masyarakat disekitarnya. Berbagai macam dan bentukgayahidup yang bermunculan dalam masyarakat dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Dalam arti lain,gayahidup dapat memberikan pengaruh positif maupun pengaruh negative tergantung pada yang menjalaninya.
Baca lebih lanjut