RPP Sosiologi Kelas XI semester 2

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah               : SMA sejahtera

Mata Pelajaran             : Sosiologi

Kelas/semester             : X I / 2

Standar Kompetensi      :  Menganalisis kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.

Kompetensi Dasar         : Menganalisis  perkembangan kelompok sosial dalam masyarakat multikultural.

Indikator                 :

  • Mengidentifikasi kelompok sosial yang terdapat dalam masyarakat.
  • Mengklasifikasikan kelompok-kelompok sosial yang terdapat dalam masyarakat.
  • Mendeskripsikan  dimensi hubungan antarkelompok sosial.
  • Mendeskripsikan dinamika kelompok sosial di Indonesia.

Alokasi Waktu        :  6 x 45 menit (3 X Pertemuan)

A.     Tujuan Pembelajaran

Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat:

  1. mendeskripsikan pengertian kelompok sosial.
  2. mengidentifikasi tipe-tipe kelompok sosial
  3. mendeskripsikan dimensi hubungan antarkelompok sosial
  4. mendeskripsikan dinamika kelompok sosial di Indonesia

B.     Materi Pembelajaran

  1. Kelompok sosial

C.     Metode Pembelajaran

  1. Informasi
  2. kerja mandiri
  3. eksplorasi
  4. Diskusi
  5. ceramah
  6. penugasan

D.     Langkah-Langkah Pembelajaran

Pertemuan I
No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu Keterangan
1.
Pendahuluan
  1. a.    Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas dan menanyakan kepada para siswa beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kebudayaan.

  1. b.    Memotivasi

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan mempelajari kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat.

  1. c.    Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan skema kelompok sosial dalam masyarakat.

2.
Kegiatan Inti
  1. Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang hakikat kelompok sosial dan tipe-tipe kelompok sosial.
  2. Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 139 dan 146.
  3. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok kemudian mereka mendiskusikan perbedaan antar kelompok sosial, organisasi sosial, dan lembaga sosial!
  4. Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas. Guru bertindak sebagai pemandu diskusi klasikal.
  5. Siswa dan guru menyimpulkan hasil diskusi kelas.
3.
Kegiatan Akhir
  1. Siswa dan guru membuat rangkuman materi tentang kelompok sosial.
  2. Siswa melakukan post test berupa pertanyaan essey.
  3. Siswa diberi tugas untuk mengamati masyarakat di daerahnya sendiri kemudia membuat laporannya. Laporannya bisa dibuat dengan pola yang ada dalam buku halaman 146.
Pertemuan II
No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu Keterangan
1.
Pendahuluan
  1. a.    Apresepsi

Guru mengumpulkan tugas laporan pengamatan masyarakat yang ada di daerah siswa.

  1. b.    Memotivasi

Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang tujuan tujuan menjalin hubungan dalam kelompok sosial.

  1. c.     Rambu-rambu belajar

Siswa memperhatikan gambaran guru tentang hubungan antarkelompok dalam masyarakat.

2.
Kegiatan Inti
  1. Siswa menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kelompok-kelompok sosial yang ada dalam masyarakat.
  2. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru tentang hubungan antarkelompok dalam masyarakat.
  3. Siswa mengerjakan tugas ”Uji Penguasaan Materi” dalam buku halaman 151.
  4. Siswa dibagi dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan kasus yang ada dalam buku halaman 151.
  5. Siswa membacakan hasil diskusinya di depan kelas.
  6. Siswa dan guru membuat kesimpulan atau rangkuman tentang materi yang dipelajari bersama.
3. Kegiatan Akhir

  1. Siswa mengerjakan latihan atau evaluasi dalam buku halaman 153-156.
  2. Siswa diberi tugas untuk mencari bahan tentang kelompok mayoritas dan minoritas. Dan bagaimana pola hubungan kelompok sosial tersebut.
Pertemuan III
No.

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu Keterangan
1.
Pendahuluan
  1. d.      Apresepsi

Guru mempersiapkan kelas untuk pembelajaran. Kemudian, guru mengumpulkan hasil laporan siswa tentang unsur-unsur kebudayaan dan dinamikanya.

  1. e.       Memotivasi

Siswa mendengarkan maksud  diadakan ulangan blok.

  1. f.        Rambu-rambu belajar

Siswa mendapat penjelasan cara-cara pengerjaan ulangan blok.

2. Kegiatan Inti

  1. Siswa mendapatkan soal-soal ulangan.
  2. Siswa mengerjakan soal-soal ulangan yang sudah dibagikan.
  3. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya untuk diperiksa dan dinilai.

 

3. Kegiatan Akhir

  1. Siswa dan guru menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telah dikerjakan oleh siswa.
  2. Siswa diberi tugas untuk mempelajari bahan yang telah dijadikan ulangan blok.
  1. E.      Sumber pembelajaran:
    1. Buku Sosiologi SMA kelas 2 ESIS  halaman  136-156.
    2. Kelompok-kelompok sosial dalam masyarakat
    3. Mediamassaseperti majalah, koran, dan buku-buku tambahan.
  1. Media
    1. Papan tulis
    2. Alat-alat tulis
    3. Lembar soal
    4. Transparan Konsep
    5. Power Point
    6. OHP
  1. Penilaian
    1. Hasil pekerjaan siswa berupa laporan atau hasil wawacanra dan pengamatannya.
    2. Tugas laporan wawancara siswa.
    3. Test pilihan ganda dan uraian dalam buku halaman  153-156.
    4. Diskusi kelompok dalam buku halaman 140 dan 152-153.

 

MATERI

KELOMPOK SOSIAL
I. PENGERTIAN DAN CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
A. PENGERTIAN KELOMPOK SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli:
1. Paul B. Horton dan Chester L. Hunt, kelompok social sebagai kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaannya dan saling berinteraksi.

2. Soerjono Soekanto, kelompok social adalah himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama karena adanya hubungan antara mereka secara timbale balik dan saling mempengaruhi
3. Hendropuspito, kelompok social sebagai suatu kumpulan nyata, teratur dan tetap dari individu-individu yang melaksanakan peran-perannya secara berkaitan guna mencapai tujuan bersama.

Dapat disimpulkan bahwa kelompok social adalah sekumpulan manusia yang memiliki persamaan cirri dan memiliki pola interaksi yang terorganisir secara berulang-ulang, serta memiliki kesadaran bersama akan keanggotaannya

SYARAT KELOMPOK SOSIAL
1. Setiap anggota kelompok memiliki kesadaran bahwa ia bagian dari kelompok tsb.
2. Adanya hubungan timbal balik antaranggota
3. Adanya faktor pengikat, seperti kesamaan ideologi, kesamaan kepentingan atau kesamaan nasib
4. Memiliki struktur, kaidah dan pola perilaku
5. Bersistem dan berproses

B. CIRI-CIRI KELOMPOK SOSIAL
1. Merupakan kesatuan nyata dan dapat dibedakan dari kelompok atau kesatuan manusia lain
2. Memiliki stuktur sosial yang setiap anggotanya memiliki status dan peran tertentu
3. Memiliki norma yang mengatur hubungan diantara para anggotanya
4. Memiliki kepentingan bersama
5. Adanya interaksi dan komunikasi di antara para anggotanya

II. DASAR PEMBENTUKAN KELOMPOK SOSIAL
1. Faktor kepentingan yang sama (Common Interest)
Misalnya : kelompok arisan, kelompok seniman, kelompok olahragawan
2. Faktor darah dan keturunan yang sama (Common Ancestry)
Misalnya : kelompok keturunan Arab, kelompok keturunan Cina
3. Faktor geografis
Misalnya : masyarakat yang tinggal di daerah Pantai membentuk kelompok nelayan
4. Faktor daerah asal yang sama
Misalnya : KMJB (Keluarga Mahasiswa Jabar), Keluarga Besar Minang

III. MACAM-MACAM KELOMPOK SOSIAL

A. Klasifikasi menurut cara terbentuknya
1. Kelompok semu
Ciri-ciri kelompok semu :
– Tanpa rencana dan terbentuknya secara spontan
– Tidak terorganisir dalam suatu wadah tertentu
– Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus
– Tidak ada kesadaran berkelompok
– Kehadirannya tidak konstan
a. Kerumunan
Bentuk-bentuk kerumunan
• Formal audience / khalayak penonton / pendengar resmi: mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan tetapi sifatnya sangat pasif
Contoh : penonton boiskop, hadirin suatu khotbah
• Planned expressive group : kerumunan yang tidak begitu mementingkan pusat perhatian tetepi mempunyai persamaan tujuan serta kepuasan yang dihasilkan
Contoh : orang yang berdansa, berpesta dan berekreasi
• Inconvenient causal crowds: kerumunan yang bersifat terlalu sementara yang ingin mempergunakan fasilitas-fasilitas sama
Contoh : orang antri karcis, orang yang menunggu bis
• Panic causal crowds / kerumunan panik: orang-orang dalam keadaan panik yang sedang berusaha menyelamatkan dari suatu bahaya
• Spectator causal crowds / kerumunan penonton : terjadi karena orang-orang ingin melihat suatu peristiwa tertentu, hampir sama dengan khalayak penonton tetapi kerumunan penonton tanpa direncanakan
• Acting lawless crowds / acting mob / kerumunan emosional : mempunyai tujuan tertentu dengan menggunakan kekuatan fisik yang berlawanan dengan norma- norma social
• Immoral lawless crowds / kerumunan tak bermoral : segala tindakannya berlawanan dengan norma-norma pergaulan hidup

b. Massa
Ciri-ciri massa
• Terdiri dari orang-orang dalam segala lapangan dan tingkatan sosial
• Anonim dan heterogen
• Tidak terdapat interaksi dan interelasi
• Tidak mampu bertindak secara teratur
• Adanya sikap yang kurang kritis, gampang percaya pada pihak lain, amat sugestible (mudah dipengaruhi)

c. Publik
Ciri-ciri publik (khalayah ramai)
• Kelompok yang tidak teratur
• Interaksi secara tidak langsung melalui media massa
• Perilaku publik didasarkan pada perilaku individu
• Anonim dan terdiri atas berbagai lapisan masyarakat
• Mempunyai minat yang sama terhadap suatu masalah
• Minat yang sama tersebut belum tentu mempunyai opini atau pendapat yang sama terhadap suatu masalah
• Berusaha menguasai masalah tsb
• Adanya kecenderungan mereka berfikir rasional

2. Kelompok nyata
a. Statistical Group (Kelompok Statistik)
Ciri-ciri kelompok statistik
• Tidak direncanakan, tidak disengaja, tidak berarti sangat mendadak / spontan tetapi sudah terbentuk dengan sendirinya
• Tidak terhimpun dan tidak terorganisir dalam wadah tertentu
• Tidak ada interaksi, tidak ada interrelasi, dan tidak ada komunikasi secara terus-menerus
• Tidak ada kesadaran berkelompok
• Kehadirannya konstan
b. Societal Group (Kelompok Sosieta)
Ciri-ciri kelompok sosieta
• Tidak direncanakan, tidak sengaja, terbentuk dengan sendirinya
• Kemungkinan terhimpun dalam suatu wadah tertentu
• Kemungkinan terjadi interaksi, interrelasi, atau komunikasi
• Kemungkinan terjadi kesadaran kelompok
• Kehadirannya konstan
c. Social Group (Kelompok Sosial)
Sering disamakan dengan masyarakat dalam arti khusus. Terbentuk karena adanya unsure-unsur yang sama, seperti tempat tinggal, pekerjaan yang sama, kedudukan yang sama, atau kegemaran yang sama.
Memiliki anggota yang berinteraksi dan melakukan komunikasi secara terus menerus.
Contoh: tetangga, teman
d. Associational Group (Kelompok Assosiasi)
Ciri-ciri kelompok asosiasi
• Direncanakan atau sengaja dibentuk
• Terorganisir secara nyata dalam suatu wadah
• Ada interaksi dan interrelasi serta komunikasi secara terus-menerus
• Adanya kesadaran kelompok yang kuat
• Kehadirannya konstan
Contoh: dalam lembaga pendidikan, kesatuang angkatan bersenjata
B. Klasifikasi menurut erat longgarnya ikatan antaranggota
Menurut Ferdinand Tonnies:
a. GEMEINSCHAFT (PAGUYUBAN)
Kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah dan kekal
Bentuk gemeinschaft
• Gemeinschaft by blood (ikatan darah)
Contoh : keluarga , kelompok kekerabatan
• Gemeinschaft of place ( tempat)
Contoh : Rukun Tetangga, Rukun Warga
• Gemeinschaft of mind (dasar ideologi): terdiri dari individu yang memiliki jiwa dan pikiran yang sama karena ideologi yang sama
b. Gesselscaft (patembayan) : ikatan lahir yang bersifat pokok untuk waktu yang yang pendek, strukturnya bersifat mekanis dan bersifat sebagai suatu bentuk pikiran belaka
Ciri-ciri gesselshaft :
• Hubungan terbatas pada urusan tertentu
• Hubungan antar peran dan status
• Bersifat publik life

C. Klasifikasi kelompok sosial menurut pencapaian tujuan
a. Kelompok formal : memiliki peraturan tegas dan sengaja dibuat oleh anggotanya untuk mengatur hubungan antaranggotanya
b. Kelompok informal : terbenhtuk karena pertemuan yang berulang-ulang dan merasa memiliki kepentingan dan pengalaman yang sama

D. Klasifikasi menurut pendapat Merton
a. Membership group
merupakan kelompok social yang setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut
b. Reference group
kelompok social yang menjadi acuan bagi seseorang yang bukan anggota kelompok untuk membentuk pribadi dan perilakunya sesuai dengan kelompok acuan.

E. Klasifikasi menurut sudut pandang individu
a. In group (kelompok sendiri)
kelompok social tempat individu mengidentifikasikan dirinya
b. Out group (kelompok luar)
kelompok yang menjadi lawan in group, menjadi dasar munculnya sikap etnosentris

F. Klasifikasi menurut kualitas hubungan antar anggota
a. Kelompok primer
Suatu kelompok yang hubungan antar anggota saling mengenal dan bersifat informal
b. Kelompok sekunder
suatu kelompok yang hubung antaranggotanya bersifat formal, impersonal dan didasarkan pada asas manfaat.

BAB 5
DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL
I. PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK SOSIAL

- Menurut Floyd D, dinamika kelompok merupakan analisis hubungan kelompok-kelompok social dimana tingkah laku dalam kelompok adalah hasil interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi social tertentu.
– Ruth Benedict, persoalan yang dikaji dalam dinamika kelompok social adalah:
• Kohesi atau persatuan, akan terlihat tingkah laku para anggota dalam suatu kelompok (proses pengelompokan, intensitas anggota, arah pilihan,dan nilai-nilai dalam kelompok)
• Motif atau dorongan, berkisar pada perhatian anggota terhadap kehidupan kelompok (kesatuan kelompok, tujuan bersama, dan orientasi diri terhadap kelompok)
• Struktur, terlihat pada bentuk pengelompokan, bentuk hubungan, perbedaan kedudukan antaranggota, dan pemabgian tugas
• Pimpinan, pimpinan sangat penting pada kehidupan kelompok social (bentuk kepemimpinan, tugas pimpinan, dan system kepemimpinan
• Perkembangan kelompok, dapat dilihat dari perubahan dalam kelompok, perpevahan kelompok, keinginan anggota untuk tetap berada dalam kelompok,

Beberapa alasan penting mempelajari dinamika kelompok sosial :
• Kelompok sosial merupakan kesatuan-kesatuan soaial yang selalu ada dalam setiap masyarakat.
• Dinamika kelompok sosial berkaitan dengan perubahan sosial dan kebudayaan yang relevan

II. Faktor pendorong dinamika kelompok social

1. Faktor pendorong dari luar kelompok
Perubahan situasi social§
Seperti pemekaran sebuah wilayah, masuknya industrialisasi ke pedesaan, dan adanya penemuanp-penemuan baru
Perubahan situasi ekonomi§
Masyarakat perkotaan memiliki tingkat perkembangan ekonomi yang lebih tinggi dibanding masyarakat pedesaan
Perubahan situasi Politik§
Pergantian elite politik menyebabkan perkembangan kelompok-kelompok social masyarakat,

2. Faktor pendorong dari dalam
Adanya konflik antaranggota kelompok§
Menyebabkan keretakan dan berubahnya pola hubungan sosial
Adanya perbedaan kepentingan§
Kelangsungan kelompok akan terancam, karena anggota yang tidak sepaham akan berusaha memisahkan diri
Adanya perbedaan paham§
Perbedaan paham akan mempengaruhi kelompok social secara keseluruhan

III. PROSES PERKEMBANGAN BERBAGAI KELOMPOK SOSIAL

1. KELOMPOK KEKERABATAN
Merupakan kelompok social terkecil dalam masyarakat.
Menurut William Goode, macam keluarga:
Keluarga inti/keluarga batih/nuclear family: terdiri dari ayah, ibu dan anak yang belum menikah§
Keluarga luas/extended family: keluarga inti yang berkembang menjadi hubungan darah yang meluas menjadi kekerabatan§
Menurut Clayton, mecam keluarga:
Keluarga konsanguinal : menekankan pada pentingnya ikatan-ikatan darah, seperti hubungan antara seseorang dengan orang tuanya dianggap lebih penting daripada ikatan antara suami atau isterinya§
Keluarga konjugal : keluarga yang lebih mementingkan hubungan perkawinan (suami dan isteri) daripada ikatan dengan orang tuanya§
Tipe keluarga yang lain:
Kelurga orientasi ( family of orientation): jika individu dilahirkan olah pasangan suami istri kelurga ybs / keluarga dimana individu dilahirkan dan mengalami proses sosialisasi yang terpenting (individu sebagai anak)§
Keluarga prokreasi (family of proceation): apabila seseorang yang mula-mula dari keluarga orientasi, kemudian terjadi perkawinan beralih menjadi kelurga prokreasi§

2. Kelompok okupasional
Kelompok-kelompok profesi yang terdiri dari kalangan profesional yang memiliki etika profesi

3. Kelompok Volunteer
Terdiri dari orang-orang yang mempunyai kepentingan yang sama tetapi tidak mendapat perhatian dari masyarakat yang semakin luas daya jangkauannya.
Kelompok volunter memenuhi kebutuhan anggotanya secara mandiri tanpa mengganggu kepentingan masyarakat umum.
Contoh : Kelompok volunter di Indonesia adalah KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu)

4. Masyarakat pedesaan (Rural Community)
Masyarakat pedesaan merupakan masyarakat yang umumnya memiliki mata pencaharian bertani atau berkebun. Sestem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar kekeluargaan dan mempunyai hubungan yang erat serta mendalam di antara anggotanya.
Pedrubahan pada masyarakat pedesaan sulit dilakukan karena pola pikir masyarakatnya terutama pola generasi tua yang mendasarkan pada tradisi.
Ditambah lagi kurangnya proses pemerataan pembanguna dan informasi menimbulkan kondisi yang kontras antara masyarakat pedesaan dengan masyarakat perkotaan

5. Masyarakat perkotaan
Masyarakat kota merupakan kelompok social yang mendiami wilayah yang luas, bermatapencaharian sector industry, jasa dan perdagangan.
Keanggotaan tidak saling mengenal, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
Karena mempunyai tatanan nilai yang heterogen, terdiri dari berbagai suku, agama dan adat istiadat, menjalankankan fungsi administrative dan pusat komersial dan bahkan pusat konsentrasi kegiatan yang menjadi indicator modernisasi menyebabkan kota menjadi daya tarik bagi warga desa untuk melakukan urbanisasi.

Faktor pendorong Urbanisasi
Sempitnya lapangan pekerjaan di desa§
Adanya generasi muda yang ingin memperbaiki kehidupan dan membebaskan diri dari adat-istiadat§
Kesempatan menambah ilmu di desa sangat terbatas§

Faktor penarik Urbanisasi
Kota adalah pusat kegiatan perekonomian, pemerintahan, administratif dan industri§
Kota menghimpun modal yang lebih besar§
Kota memberikan peluang yang tidak terbatas§
Industrialisasi di kota menambah peluang lapangan kerja yang lebih banyak§

Faktor penyebab masyarakat kota bersifat dinamis :
Faktor pendidikan§
Stratifikasi social didasarkan pada keahlian yang diperoleh melalui pendidikan
Urbanisasi§
Kalompok social berubah karena dengan adanya urbanisasi menyebabkan penduduk kota banyak, pengangguran banyak, tingkat kriminalitas tinggi, tidak mudah percaya terhadap orang lain, dan sikap individualistis
Komunikasi§
Informasi dan komunikasi semakin cepat melalui berbagai media memberikan informasi yang dapat mendorong perkembangan dan perubahan masyarakat kota
Industrialisasi dan mekanisasi§
Menyebabkan masyarakat kota tergantung kepada mesin-mesin yang telah meringankan pekerjaan. Adanya spesialisais pekerjaan menyebabkan masyarakat kota ahli dalam bidang tertentu dan kurang mampu pada pekerjaan yang lain

Perkembangan masyrakat kota ditijau dari berbagai aspek:
• Aspek ekonomi
Perkembangan ekonomi dapat dilihat dari pembangunan pasar swalayan, alat pembayaran tidak hanya uang (dengan kartu kredit)
• Aspek social
Kelompok kekerabatan mulai memudar diganti kelompok berdasarkan kepentingan yang sama, lebih terikat kontrak dan mulai meninggalkan tradisi.
• Aspek politik
Masyarakat mulai tanggap dan kritis terhadap kehidupan politik, sehingga lebih dinamis.
• Aspek budaya
Keterbukaan terhadap dunia luar menyebabkan masyarakat kota merasa lebih modern bila mengadaptasi budaya asing dan mulai meninggalkan budaya tradisional

Dampak perkembangan masyarakat kota:
1. Dampak positif
• Tingkat pendidikan lebih merata
• Kominikasi dan informasi lebih cepat dan mudah
• Profesionalitas lebih terjaga
• Pembangunan dalam berbagai bidang lebih terjamin
2. Dampak negative
• Munculnya sikap individualistis
• Memudarnya nilai kebersamaan
• Munculnya sikap kurang mempercayai pihak lain
• Memudarnya perhatian terhadap budaya local dan budaya nasional terutama para generasi mudanya

About these ads

One comment on “RPP Sosiologi Kelas XI semester 2

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s