CONTOH RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 

Satuan Pendidikan                  : SMA N 1 Bae Kudus

Kelas                                                  : XI

Semester                                         : 1 (satu)

Program                                          : Ilmu Pengetahuan Sosial

Mata Pelajaran                            : Sosiologi

Jumlah Pertemuan                  : 1 x pertemuan

  1. A.    Standar Kompetensi             : Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial.
  2. B.     Kompetensi Dasar                 : Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan masyarakat.
  3. C.    Indikator                                :

-          Mengidentifikasi sistem stratifikasi pada masyarakat zaman Jepang.

-          Menjelaskan sistem stratifikasi pada masyarakat feodal.

-          Menjelaskan sistem stratifikasi pada masyarakat zaman Belanda.

-          Menggeneralisasikan sistem stratifikasi pada masyarakat masa industri modern.

 

  1. D.    Tujuan                                               :

Setelah proses pembelajaran, siswa diharapkan dapat :

-          Mengidentifikasi sistem stratifikasi pada masyarakat zaman Jepang.

-          Menjelaskan sistem stratifikasi pada masyarakat feodal

-          Menjelaskan sistem stratifikasi pada masyarakat zaman Belanda.

-          Menggeneralisasikan sistem stratifikasi pada masyarakat masa industri modern.

 

 

  1. E.     Materi ajar                             :

Sistem stratifikasi yang pernah ada di Indonesia.

-          Bentuk sistem stratifikasi sosial pada masyarakat zaman Jepang.

-          Bentuk sistem stratifikasi sosial pada masyarakat feodal.

-          Bentuk stratifikasi sosial pada masyarakat zaman Belanda.

-          Bentuk stratifikasi sosial pada masa industri modern.

  1. F.     Alokasi Waktu                       : 2 x 45 menit
  2. G.    Model Pembelajaran             : Group Investigation
  3. H.    Kegiatan Pembelajaran        :
No

Kegiatan Pembelajaran

Waktu

1 Pendahuluan

  1. a.   Guru mempersiapkan ketenangan kelas
  2. b.    Guru menanyakan kepada peserta didik tentang apa yang telah mereka ketahui mengenai sistem stratifikasi sosial yang ada di Indonesia.
  3. c.    Guru menyampaikan cakupan materi mengenai sistem stratifikasi sosial yang ada di Indonesia.
 

 

 

10 Menit

2 Kegiatan Inti :

  1. a.        Guru memberikan gambaran ringkas / intisari tentang sistem stratifikasi yang pernah ada di Indonesia.
  2. b.        Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk bertanya yang belum dipahami.
  3. c.         Guru membagi siswa dalam empat kelompok , tiap kelompok terdiri dari delapan siswa.
  4. d.        Guru memanggil ketua kelompok untuk memberikan tugas. Tiap kelompok mendapat satu tugas yang berbeda dengan kelompok lain.

-          Kelompok I : Stratifikasi sosial pada zaman Jepang.

-          Kelompok II : Stratifikasi sosial pada masyarakat feodal.

-          Kelompok III : Stratifikasi sosial pada masyarakat zaman Belanda.

-            Kelompok IV : Stratifikasi sosial pada masa industri modern

 

  1. e.         Masing-masing siswa menempatkan diri secara berkelompok dan mulai  berdiskusi.
  2. f.         Guru mengawasi jalannya diskusi.
  3. g.        Setelah selesai diskusi kelompok, juru bicara kelompok menyampaikan hasil pembahasannya.
  4. h.        Memberi kesempatan kepada siswa lain untuk bertanya dan menyangga hasil diskusi.
  5. i.          Guru membuat kesimpulan atas diskusi kelompok disertai dengan menampilkan bagan mengenai sistem stratifikasi yang ada di Indonesia.

 

 

 

 

 

70 Menit

3 Kegiatan Akhir :

Penutup

  1. Guru dan siswa membuat rangkuman atau simpulan mengenai bentuk-bentuk stratifikasi yang ada di indonesia, yang meliputi stratifikasi pada masa Jepang, feodal, Belanda, serta masyarakat masa industri modern.
  2. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya apakah ada materi yang belum di pahami.
  3. Siswa diberi tugas mandiri untuk mengerjakan soal-soal mengenai stratifikasi sosial yang ada di Indonesia.
 

 

10 Menit

 

  1. I.       Metode Pembelajaran                       :

-          Studi pustaka

-          Diskusi

-          Tanya jawab

-          Tugas mandiri

 

  1. J.      Media Pembelajaran                         :

Gambar bagan mengenai sistem stratifikasi yang ada di Indonesia.

 

  1. K.    Sumber Bahan                                  :

-          Pengantar Sosiologi Soerjono Soekanto.

-          Buku sosiologi SMA kelas XI , Idianto Muin, Erlangga.

-          Buku sosiologi SMA kelas XI, Kun Maryati dan Juju Suryawati, ESIS.

-          Internet.

-          Media masa seperti majalah, Koran, dan buku-buku tambahan.

 

  1. L.     Penilaian                                            :

-          Tulis

-          Non tulis

 

 

     Kudus, 20 Desember 2011

Mengetahui :

Kepala Sekolah                                                           Guru Bidang Studi

 

 

 

Drs. Totok Rochana, MSi                                    Anggraeni Munggi Lestari S.Pd

 

LAMPIRAN I

BAHAN AJAR

 

            Bentuk sederhana dari pelapisan sosial pada hampir semua masyarakat adalah strata yang jelas antara majikan dan buruh, bangsawan atau penguasa dengan rakyat jelata, ilmuwan dengan kaum awam, dan lain sebagainya. Ada beberapa bentuk sistem stratifikasi sosial yang terdapat dalam masyarakat, baik sekarang maupun dahulu.

  1. 1.      Sistem stratifikasi pada masyarakat zaman Jepang.

Pada jaman pendudukan Jepang, Jepang muncul sebagai warga negara kelas I. Kaum pribumi Indonesia naik menjadi warga negara kelas II, sedangkan golongan Cina dan Indo Eropa merosot menjadin kelas III. Di Pangkalan Bun pernyataan ini ada benarnya juga karena pada masa pendudukan Jepang di Pangkalan Bun, mereka melakukan pendekatan-pendekatan persuasif kepada masyarakat pribumi dan berusaha mengambil hati masyarakat dengan membagi-bagikan barang kebutuhan, saling mengajarkan bahasa dan bersikap ramah terhadap masyarakat Pangkalan Bun. Walaupun sebenarnya mereka ingin menduduki daerah Swapraja Kotawaringin secara halus. Pada awalnya memang berjalan mulus, pemerintahan pendudukan Jepang dapat meyakinkan masyarakat bahwa mereka adalah saudara tua yang akan membawa dan memberikan kemakmuran. Namun dalam perkembangannya mereka mulai menuntut bantuan rakyat seperti pembuatan pabrik-pabrik dan pembangunan bangunan-bangunan untuk kepentingan perang dengan menggunakan tenaga sukarela dari masyarakat, serta perintah pembuatan kebun-kebun untuk memperkuat sektor bahan makanan. Baru ketika berakhirnya perang pasifik yang membuat mereka frustasi sehingga sikap mereka menjadi brutal. Pada waktu awal Jepang menduduki kotawaringin, mereka mengancam orang-orang Belanda dan orang-orang Tionghoa, sehingga banyak orang Tionghoa yang menyembunyikan barang dagangannya dan menutup toko-tokonya. Namun kemudian setelah orang-orang Tionghoa tidak diapa-apakan, mereka mulai berani lagi untuk berdagang.

Mengenai para bekas pegawai gubernemen yang sama mengungsi, mereka kemudian dipekerjakan kembali oleh Jepang namun pemerintahan pendudukan Jepang juga tidak segan-segan membunuh orang-orang yang dicurigai masih serta kepada pemerintah Hindia Belanda. Mengenai kedudukan Sultan pada saat itu, pemerintahan pendudukan Jepang tidak membedakannya secara khusus, Sultan harus menaati semua peraturan yang dibuat oleh mereka sama seperti masyarakat lainnya. Contohnya adalah setiap orang yang melalui pos penjagaan harus memberi hormat, tidak terkecuali sultan. Ketika Jepang menyerah kepada sekutu, di Kotawaringin tentara pendudukan Jepang mencoba berkuasa dengan merebut semua radio milik penduduk. Tindakan ini agar penduduk tidak mendengar berita kekalahan mereka. Baru pada tanggal 18 September 1945 pimpinan mereka T. Iri ditangkap oleh NICA di Kumai dan seorang pimpinan tentara Pendudukan Jepang berpangkat Taicho melakukan bunuh diri, pemerintahan pendudukan Jepang berakhir di Pangkalan Bun.

  1. 2.      Sistem stratifkasi pada masyarakat feodal.

Feodalisme merupakan suatu bentuk organisasi yang telah muncul di dunia ketika masyarakat mengalami revolusi agraris. Indonesia juga pernah menerapkan sistem ini pada zaman kerajaan di Nusantara. Walaupun memiliki bentuk-bentuk yang berbeda-beda di berbagai daerah, tetapi karakteristik sistem feodal selalu ditandai oleh suatu prinsip dasar, yaitu pembedaan status seseorang terhadap orang lain, terutama dalam hubungannya dengan sistem pertanahan. Posisi seseorang dalam masyarakat “diberikan” dan sulit berpindah dari satu tingkat ke tingkat lain yang lebih tinggi.

Dalam sistem ini, stratifikasi didasarkan pada empat tingkatan dalam masyarakat yang disebut “estate”. Seluruh penduduk bersumpah untuk mengabdi pada raja yang kekuasaannya dipercaya merupakan pemberian dari Tuhan. Kaum bangsawan diberikan kepemilikan tanah oleh raja. Kemudian, kaum bangsawan meminta para ksatria untuk menjaga tanah itu dan mengabdi pada kaum bangsawan tersebut. Pada tingkat yang paling bawah dalam sistem feodal, kaum petani dan nelayan diberikan hak pengolahan atas sedikit tanah tersebut yang kemudian ditukarkan dengan hasil produksi yang mereka hasilkan. Hubungan dasar dan feodalisme, diperkuat oleh adanya upeti.

Para ahli sosiologi mempelajari feodalisme bukan hanya karena beberapa institusinya masih ada hingga sekarang, tetapi juga karena menukar kemerdekaan untuk perlindungan ini masih berlangsung dalam institusi sosial modern. Contohnya, struktur “keluarga” kejahatan terorganisir seperti di tubuh mafia atau triad sering menyerupai sistem feodal, seperti juga banyak organisasi partai politik dan beberapa perusahaan bisnis.

 

  1. 3.      Sistem stratifikasi sosial pada Zaman Belanda

Skema stratifikasi sosial pada zaman Belanda :

 

A : Golongan Eropa

B : Golongan Timur Asing

C : Golongan Bumiputera

Pada zaman Belanda, masyarakat Indonesia dibagi dalam lapisan-lapisan berdasarkan ras. Belanda menampatkan penduduk asli atau bumiputera pada strata paling bawah yang disebut inlander. Sikap Belanda yang sangat disriminatif ini megakibatan kondisi bumiputera kian terpuruk ke dalam kemskinan, keterbelakangan, dan kebodohan.

Belanda menerapkan politik monopoli dan juga melestarikan feodalisme karena belanda sendiri merupakan Negara monarki yang menganut feodalisme. Kondsi ini sangat menghambat golongan bumiputera untuk melakukan mobilitas sosial ke atas. Semua jabatan tinggi (Gubernur jenderal, residen, kepala polisi) diduduki oleh orang Belanda. Selain itu, jabatan Bupati, Wedana, dan asisten Wedana dipegang oleh bumiputera yang berasal dari golongan ningrat.

Dalam bidang pendidikan, Belanda hanya memperbolehkan rakyat biasa bersekolah hanya sebatas kelas 2 setingkat SD atau hanya sekedar bisa membaca dan menulis. Hanya bangsa biasa dan golongan ningrat yang dapat meneruskan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Dalam bidang ekonomi, Bumiputera hanya diperbolehkan menjadi pedagang kecil. Sebaliknya, golongan timur asing mendapat kesempatan mengelola ekonomi menengah, seperti menjadi pedagang grosir dan pemilik pabrik kebutuhan pangan. Ekspor hasil perkebunan berupa teh, tembakau, kopi, dan tebu dikelola oleh Belanda atau orang Eropa.

  1. 4.      Sistem stratifikasi pada masyarakat industri modern

Saat ini, industrialisasi modern tentu membawa dampak yang jauh lebih luas daripada industrialisasi pada masa Kolonial Belanda. Di perkotaan, terdapat pergeseran struktur pekerjaan dan angkatan kerja. Misalnya, sekarang muncul jenis-jenis pekerjaan baru yang dahulu tidak ada, yaitu jasa konsultan, advokasi, dan lembaga bantuan hokum. Angkatan jerja juga mengalami pergeseran, terutama dalam hal gender. Dahulu, tenaga kerja sangat dimonopoli kaum laki-laki. Namun saat ini, kaum perempuan telah berperan di segala bidang pekerjaan.

Berdasarkan hal tersebut, penentuan kelas sosial tidak lagi hanya ditentukan oleh aspek ekonomi semata, tetapi juga ditentukan oleh aspek lain, seperti faktor kelangkaan dan profesionalitas seseorang. Hal ini disebabkan oleh masyarakat industri yang memang sangat mengahrgai kreativitas yang mampu memberi nilai tambah dalam pekerjaa. Akibatnya, orang yang berpendidikan tinggi sangat dihargai oleh masyarakat industri. Sebaliknya, orang yang berpendidikan rendah ditempatkan pada strata bawah.

 

 

LAMPIRAN II

MEDIA

 

Bagan mengenai stratifikasi sosial yang ada di Indonesia.

 

 

Bagan 1. Sistem stratifkasi pada masyarakat zaman Jepang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagan 2.  Sistem stratifikasi pada masyarakat feodal

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagan 3. Sistem stratifikasi pada masyarakat zaman Belanda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bagan 4. Sistem stratifikasi pada masyarakat masa industri modern.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

LAMPIRAN III

 

FORMAT PENILAIAN

-          Penilaian tugas individu       :

Soal bagian I   : jumlah jawaban benar  x 10

Soal bagian II  : masing-masing soal memiliki skor nilai maksimal 50.

 

-          Penilaian proses belajar        :

Pengamatan aktivitas di kelas.

No

Nama

Sikap

Keaktifan

Kemampuan mengemukakan pendapat

Total nilai

           

Keterangan: nilai masimal 20

-          Diskusi kelompok mengenai sistem stratifikasi,

dengan format penilaian diskusi sebagai berikut :

No

Nama Siswa

Aspek yang Dinilai

Skor/ Jumlah

1 2 3 4 5 6
   

 

 

 

 

             
                 

 

Aspek yang dinilai:

  1. Kemampuan menyampaikan pendapat.
  2. Kemampuan memberikan argumentasi.
  3. Kemampuan memberikan kritik.
  4. Kemampuan mengajukan pertanyaan.
  5. Kemampuan menggunakan bahasa yang baik.
  6. Kelancaran berbicara.

Penskoran:                                                     Jumlah skor:

A. Tidak Baik            Skor 1                                           24—30 = Sangat Baik

B. Kurang Baik         Skor 2                                          18—23 = Baik

C. Cukup Baik           Skor 3                                          12—17 = Cukup

D. Baik                         Skor 4                                            6—11 = Kurang

E. Sangat Baik           Skor 5

 

 

EVALUASI

SOAL .

  1. I.                   Soal Pilihan Ganda
  2. Pada masyarakat modern,stratifikasi sosialnya bersifat terbuka karena…
    a. Homogenitasnya tinggi
    b. Orang-orangnya relatif kaya
    c. Memiliki pengetahuan yang tinggi
    d. Mobilitas sosialnya relatif tinggi
    e. Tingkat demokratisnya tinggi
  3. Pelapisan sosial berdasarkan sistem kasta bersifat tertutup sebab…
    a. Sistem kasta hanya dikenal di negara India
    b. Kasta diperoleh melalui keturunan dan berlaku seumur hidup
    c. Masyarakat Bali sebagian besar memeluk agama hindu
    d. Bentuk perkawinan dalam masyarakat Hindu bersifat eksogami
    e. Sejak India merdeka pelaksana sistem kasta cendrung lunak
  4. Lapisan teratas dalam sistem pelapisan sosial masyarakat industri berdasarkan kriteria ekonomi adalah …
    a. Teknokrat
    b. Kaum cendikiawan
    c. Pemilik modal
    d. Profesional
    e. para konsumen
  5. Perhatikan gambar berikut !
    Keterangan :

 

1 Pembuka tanah
2. Pemilik tanah
3. Pendatang

Gambar diatas menunjukkan pelapisan sosial masyarakat petanian berdasarkan faktor…
a. kekayaan
b. pengetahuan
c. mutu pribadi
d. politik
e. umur/usia

  1. Pada masa kolonial Belanda kelompok masyarakat yang menempati lapisan kedua adalah…
    a. Bangsawan
    b. Kulit putih
    c. Priyayi
    d. Cina
    e. Pribumi
  2.  Pernyataan yang tidak benar mengenai sistem pelapisan sosial masyarakat Feodal adalah…
    a. Kelas sosial yang tertinggi adalah brahmana
    b. Sistem pelapisan sosialnya bersifat tertutup
    c. Kelas sosial pada masyarakat feodal terbagi dua yaitu lord dan vassal
    d. Sangat membatasi terjadinya mobilitas vertikal antar kelas sosial.
    e. Vassal merupakan kelas terendah dalam sistem pelapisan sosialnya
  3. Indonesia menganut sistem politik demokrasi lapisan atas,dalam sistem stratifikasi sosialnya pada…
    a. Kaum politisi
    b. Kaum ulama
    c. Kaum bangsawan
    d. Pemilik tanah
    e. Para buruh tani
  4. Pelapisan sosial pada masyarakat feodal yang menganut sistem kerajaan adalah
    a. Kaum ningrat boleh kawin dengan masyarakat biasa
    b. Adanya pemisahan antara golongan ningrat dan rakyat biasa
    c. Rakyat biasa boleh berhubungan dengan kaum ningrat
    d. Adanya kerjasama antar bangsawan dengan ningrat
    e. Adanya kerjasama antara golongan bangsawan dengan rakyat biasa

 

Keterangan:
A : Pengusaha Besar
B : Pengusaha Menengah
C : Pengusaha Kecil

Berdasarkan gambar diatas dapat disimpulkan bahwa pembentukan stratifikasi sosial didasarkan atas kriteria…
a. kuantitas modal
b. gelas kesarjanaan
c. tingkat pendidikan
d. penguasaan teknologi
e. spesialisasi keahlian

 

  1.  Gambar stratifikasi sosial pada masa kolonial di bawah ini mempunyai sifat….

Keterangan:
1 = Golongan Eropa
2 = Golongan bangsawan
3= Golongan pribumi
a. terbuka
b. tertutup
c. campuran
d. homogen
e. heterogen

  1. II.                Soal Analisis
  2. Amati lingkungan di sekitar tempat tinggalmu. Apakah ada stratifikasi sosial?.  Jika ada,  jelaskan bagaimana fenomenanya & kaitkan dengan materi!
  3. Berikan pendapat Anda mengenai startifikasi yang ada di Indonesia, khususnya stratifikasi pada masyarakat zaman Jepang, stratifikasi pada masa feodal, serta stratifikasi pada masa Belanda!

 

KUNCI  JAWABAN SOAL PILIHAN GANDA

1.D.                             6.C

2. B                             7. A

3.C                              8. B

4.A                              9. A

5.B                              10. B

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s