FUNGSI MANIFES & LATEN Lembaga Keluarga

Dalam kehidupan, masyarakat membutuhkan lembaga social. Dalam Lembaga social terdapat serangkaian tata cara yang dibuat untuk mengatur hubungan antar manusia dalam kehidupan bermasyarakat. Lembaga social terdapat dalam setiap masyarakt karena mereka membutuhkan keteraturan hidup. Dalam lembaga social terdapat norma-norma yang mengatur tingkah laku masyarakat. Tanpa adanya norma-norma yang mengatur tingkah laku masyarakat, maka hidup mereka menjadi tidak teratur karena tidak ada patokan dalam bertingkah laku.

Dalam hal ini, yang akan saya bahas lebih lanjut adalah lembaga keluarga dan lembaga pendidikan.

Keluarga adalah lembaga social yang sangat beroengaruh terhadap proses sosialisasi anak karena keluarga merupakan tempat pertama bagi anak dalam menerima pendidikan dan pembinaan.  Lembaga keluarga juga membantu terhadap proses adaptasi terhadap lingkungan sekitar. Lembaga keluarga terbentuk dengan adanya perkawinan. Melalui perkawinan, maka seseorang dapat melanjutkan keturunan dan membentuk sebuah keluarga. Lembaga keluarga memiliki beberapa fungsi, diantaranya adalah fungsi manifest dan fungsi laten.

Selanjutnya, yang akan saya bahas di sini adalah gambaran tentang lembaga keluarga yang ada di daerah saya (Ds. Tanjung Krang RT;3 RW 1, kecamatan Jati, Kudus). Di daerah ini terdiri dari beberapa keluarga yang masing-masing memiliki karakteristik tersendiri. Mayoritas dari mereka merupakan warga desa yang mungkin memiliki pandangan yang sempit terhadap ‘apa itu keluarga’. Mrerka menggap bahwa keluarga hanyalah sebuah kumpulan orang yang terdiri dari orang tua, anak, dan sanak saudara yang memiliki ikatan darah.  Padahal, apabila di lihat lebih lanjut, secara tidak sadar mereka telah melaksanakan fungsi keluarga, baik fungsi manifest maupun fungsi laten.

Funsi manifest. Dengan adanya keluarga mereka dapat melanjutkan keturunan (fungsi biologis). Penduduk lama di daerah ini rata-rata merupakan kelurga besar (memiliki banyak anak). Hal ini mungkin dipengaruhi dengan adanya semboyan orang zaman dulu ‘banyak anak banyak rejeki’. Namun, sejalan dengan berkembangnya zaman, penduduk di daerah ini mulai menerapkan KB sehingga  semboyann tersebut mulai menghilang. Jadi, keluarga mempunyai fungsi manifest sebagai pengaturan hubungan biologis atau reproduksi. Melalui hubungan biologis inilah keluarga memperoleh keturunan sehingga keberadaan keluarga dapat terus berlanjut.

Keluarga juga mempunyai fungsi manifest sebagai tempat untuk menapatkan kasih saying (afeksi). Di daerah ini, fungsi keluarga sebagai fugsi afeksi berjalan dengan sangat baik. Masing-masing orang tua memiliki cara tersendiri untuk mencurahkan rasa kasih saying terhdap keluarganya.

Fungsi manifest yang paling tampak adalah fungsi edukatif (mendidik keluarga). Keluarga merupakan tempat pertama bagi orang anak untuk menerima pendidikan dan pembinaan. Melalui keluarga, kepribadian anak akan terbentuk melalui proses inteaksi yang terjadi dalam keluaraga. Dalam hal ini, yang paling berperan adalah orang tua.Jadi, Orang tua harus menjadi figure yang baik bagi anak-anaknya.

Sealin fungsi-fungsi manifest di atas, lembaga keluarga juga mempunyai fungsi laten (tersembunyi)

lembaga keluarga memiliki fungsi ekonomi (mengatur masala ekonomi keluarga) yang berbeda-beda. Mayoritas, dalam pemenuhan kebutuhan, keluarga di daerah ini saling melengkapi. Artinya, tidak hanya ayah (kepala keluarga) saja yang mencari nafkah, tetapi istripun juga berperan dalam pemenuhan kebuuhan keluarga.

Keluarga juga berperan penting dalam fungsi religius. Keluarga yang ada di daerah ini mayoritas beragama islam, secara turun temurun, mereka juga mengajarkan ajaran agama islam kepada anak-naknya. Jadi, dalam hal ini, keluarga memunyai fungsi untuk memperenalkan anggota keluarganya untuk hidup beragama.

 

Gambaran diatas merupakan fungsi manifest dan fungsi laten lembaga keluarga.

 

 

 

 

Untuk selanjutnya, saya akan memberikan gambaran tentang lembaga pendidikan yang terdapat di Desa Tanjungkarang. Di daerah ini, terdapat banyak lembaga pendidikn, baik lembaga pendidikan formal maupun non formal. Lembaga pendidikn formal di daerah ini di mulai dari yang terkecil (playgroup) sampai ke jenjang SMP. Lemga pendidikan SMA dan perguruan tingga ada. Namun lokasinya tidak termasuk di Desa tanjungkarang, tetapi di desa lain. Namun, masih dalam wilayah kabupaten Kudus. Di Desa tanjungkarang juga ada lembaga pendidikan non formal seperti sekolahmadrasah dan lembaga bimbingan belajar.. Masing-masing warga memliki pandangan yang berbeda – beda mengenai lembaga pendidikan. Warga di daerah ini, mayoritas merupakan warga yang peduli akan pendidikan.Mereka berusaha untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya sampai ke jenjang yang lebih tinggi, walaupun nantinya ada factor ekonomi yang menjadi hambatan bagi mereka.

Dilihat dari fungsinya, lembaga pndidikan juga memiliki fungsi manifest dan fungsi laten.

Setiap orang pasti memiliki pandagan yang berbeda-beda terhadap fungsi manifest dan fungsi laten lembaga pendidikan yang ada di derah mereka.

Untuk fungsi manifest, mereka mengaggap bahwa melalui lembaga pendidika mereka akan lebih mampu untu memenuhi ebutuhan hidunya kelak. Ha ini mungkn dipengaruhi oleh adanya kemajuan jaman yang menuntut untuk mereka memiliki pendidikan yang tinggi agar memperoleh pekerjaan yang layak. Namun, diantara dari mereka ada juga yang memiliki pandangan bahwa lembaga pendidikan hanyalah sarana untuk mengembangkan bakat dan keterampilan seseorang. Apabila dilihat secara menyeluruh, lembaga pendidikan ang ada di daeah ini telah memenuhi fungsi manifest lembaga pendidikan dngan baik. Misalnya, dari jenjang sekolah yang paling rendah (playgroup) sampai SMA sudah diajarkan melaksanaka upacara bendera setiap hari senin dan sudah di ajari suatu materi pelajajaran yang berkaitan dengan kejayaan bangsa, hal ini merupakan fungsi manifest lembaga pendidikan sebagai pencipta warga negara yang memiliki rasa patriotic.

Lembaga pendidikan di daerah ini juga telah memenuhi fungsi manifest sebagai sarana mewariskan budaya dengan sangat baik. Mayoritas, lembaga di daerh ini memiliki suatu materi pelaaran yang berkaitan dengan kebudayaan. Misalnya saja mata pelajaran kesenian.Jadi lembaga pendidikan di daerah ini telah melaksanakan fungsi manifest sebagai fongsi konservasi, yaitu, berfungsi sebagai sarana pwarisan budaya dari satu generasi ke generasi seterusnya.

Mulai jenjang TK sampai yang lebih tinggi sudah diadakan adanyakegiatak-kegiatan estrakulikuler. Dari berbagai jenis kegiatan yang telah disediakan oleh masing-masing sekolah, para siswa dapat memilih sesuai dengan minatnya. Sehingga dengan adanya kegiatan-kegitan tersebut, berarti lembaga pendidikan dapat menanamkan atau melatih keterampilan sesuai dengan minat dan bakat yang dimiliki oleh para siswanya.

Selain memiliki fungsi manifest seperti diatas, lembaga pendidikan juga memiliki fungsi laten.

Banyak masyarakat ang beranggapan bahwa lembaga pendidika dapat menunda kedewasaan anak.Hal ini di latar belakangi oleh suatau pemikiran bahwa masa pendidikan yan panjang akan menunda pengalihan peranan orang dewasa kepada anak-anak. Misalnya menunda masuknya anak dalam pasar tenaga kerja.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s